St.Vincent SF

St. Vincent Tavern and Wine Merchant

Misi St. Vincent Buka Kembali Sepeninggal Bill sebagai Wine Bar dan Wine Shop

Misi St. Vincent Buka Kembali Sepeninggal Bill sebagai Wine Bar dan Wine Shop – Terletak di jalan Valencia, San Francisco, St Vincent Tavern dan Wine Merchant menawarkan masakan asli tradisi Amerika dari era sipil, dan beragam anggur / bir yang dikuratori oleh sommelier pemenang penghargaan dan sekaligus pemilik David Lynch. Ditambah dnegan kehandalan, Chef Bill Niles menciptakan menu hidangan musiman yang menyoroti tradisi lokal dan regional. Dengan daftar anggur seratus botol di bawah $ 100, dan menu Bill Niles yang dapat diakses, David Lynch membawa makanan dan anggur yang fokus dan terperinci ke dalam suasana makan malam yang nyaman untuk setiap pengunjung pasangan atau keluarga.

Didirikan pada tahun 2012. Dibuka pada Mei 2012, tempat yang dijuluki the Brew itu tumbuh hingga berakhirnya pada 2016. Sommelier dan penulis semua hal terkait anggur, David Lynch telah menambahkan judul baru untuk resume dirinya yang terus berkembang: yakni pemilik restoran.

St. Vincent adalah usaha pertamanya, dan yang visikan adalah restoran, tapi yang dia kuasai adalah segala sesuatu tentang anggur, maka dari itu dia membuka toko yang menampilkan anggur-anggur hebat dari seluruh dunia, di mana anggur Italia tetap menjadi cinta pertamanya – bukunya yang memenangkan penghargaan, Vino Italiano (Clarkson-Potter; 2002) tetap menjadi referensi dan pilihan bagi para pecinta anggur khas Italia.

David juga Editor dari beragam referensi Anggur yang turut juga berkontribusi di majalah Bon Appétit, di mana dia diberikan kolom khusus, “Wine Insider” kolom yang muncul secara teratur. David baru-baru ini juga menjadi menjadi Direktur Quince Wine, tempat yang diberi bintang oleh lembaga rating terkenal di dunia Michelin di San Francisco. Tempat itu juga tempat yang identik, yakni toko Anggur yang lebih kasual, Cotogna di direkturi oleh Lynch, dirinya bersama Cotogna juga tampil di sampul Majalah San Francisco pada Agustus 2011 dengan cover artikel “Direktur Anggur Terbaik Tahun Ini”.

Sebelum pindah ke California pada tahun 2009, David adalah Direktur lini khusus Anggur, sekaligus menyambi sebagai General Manager, dari Babbo Ristorante, restoran New York yang terkenal sekaligus restoran andalan dari keluarga Mario Batali yang merger dengan B&B Hospitality Group milik Joseph Bastianich.

Hingga akhirnya, Lynch menggapai mimpinya memiliki restoran sendiri dengan mengubah fokus St. Vincent, sebagai restoran yang bermisi, yakni berfokus pada anggur. Restoran dengan sebuah bar anggur, juga toko anggur di mana para customer bisa membawa pulang anggur yang mereka sukai, dengan harga menarik. Dan bisa dipesan secara online anggur yang ada di restoran ini melalui https://www.mdsbet.com dan pengantaran untuk wilayah St.Vincent sendiri tidak dipungut biaya atau gratis.

Sommelier veteran itu memberi tahu jurnlalis di Inside Scoop, “Saya pada dasarnya menutup St. Vincent, tapi kami langsung me-reboot-nya dengan fokus yang jauh lebih besar pada ritel dan bar anggur, sebagai lawan dari restoran lengkap.” Lynch dengan merebot konsep itu pernah memulangkan chef utamanya, Bill Niles, kini memanggil kemballi Bill dengan kebebasan lebih dari sebelumnya.

Toko buka di siang hari, dan cuisine ala Bill masih akan tersedia “tetapi akan lebih santai, terbatas dan beraksen Italia, terlindung nilai lebih dekat dengan model enoteca – tramezzini, salad, dll – sebagai lawan dari restoran formal. ” Jelas Lynch, Fokusnya, bagaimanapun, akan benar-benar berakhir pada segelas anggur, atau membeli sebotol anggur saat pelanggan pulang. Lynch juga mengatakan dia ingin membangun bisnis pengiriman anggur di St. Vincent. St. Vincent saat ini ditutup sementara, agar fokus pasarnya bisa tercapai lebih baik.

St. Vincent Tavern and Wine Merchant Ambisius Yang Ingin Puaskan Semua Orang

St. Vincent Tavern and Wine Merchant Ambisius Yang Ingin Puaskan Semua Orang

Restoran St. Vincent Tavern and Wine Merchant berlokasi di 1270 Valencia Street, San Francisco, Ca 94110 415 285 1200. Restoran ini sementara masih tutup karena pemiliknya masih mencari konsep resto lebih baik. Akan halnya perlu diketahui bahwa restoran ini memang penuh dengan pernak pernik yang belum sampai pada pembentukan identitasnya. Semuanya terlihat serba acak, serba ada, serba ingin coba. Karena sang pemilik David Lynch, bukan lah seorang yang pengalaman dalam memanajerial restoran.

Restoran ini merupakan restoran pertamanya. Walau begitu dirinya punya visi. Dirinya dibantuk oleh para kritikus, dan terpenting lagi para pelanggan mengakui bahwa sajian di restoran ini sangat enak. Tapi itu tidak cukup sampai di situ. Beberapa pelanggan mulai meninggalkannya karena terlalu mixed feeling. Keluarga yang ingin dine akan kikuk melihat belasan anggur mahal yang menggoda, merasa bahwa tempat mereka bukan di sana. Pasangan muda yang ingin suasana romantis akan rusak mood melihat kemewahan suasana namun sajian restonya benar-benar ala dine and dash, seperti kaki lima, namun cita rasa lebih dari kaki lima.

David seolah tersesat dalam konsepnya sendiri. Padahal yang dia inginkan adalah suatu restoran yang memperkenalkan anggur ke pelbagai usia, menciptakan ceruk pasar anggur terbaru. Oleh karena nya konsep restoran yang ada dia susun yang bisa menarik “rakyat jelata” agar bisa membawa pulang anggur di bawah $1 00 sekaligus tidak ingin kehilangan pasar kelas menangah yang ingin anggur terbaik.

Dirinya juga punya brewery untuk hasilkan bir demi tujuan pasar lebih luas. Bahkan Lynch menunjuk Sayre Piotrkowski seorang ahli bir, menjadi direktur bir. Dia seorang Cicerone bersertifikasi, Piotrkwoski merupakan mantan chef brewery di Monk’s Kettle. Di St. Vincent dari awalnya sebagai konsultan lalu naik pangkat jadi direktur. Dia akan merancang daftar bir, yang akan mencakup program rancangan langsung pembuatan bir.

Piotrkwoski sendiri menyatakan untuk St Vincent perlu kerjasama dengan pabrik bir lokal, tempat-tempat seperti Linden, Dying Vines dan Pacific Brewlab, di mana dia dan Lynch mencicipi bir yang paling cocok. Selain dari sisi kualitas, dia tambahkan St Vincent bisa jadi hub bir yang memangkas biaya. Ide bagus. Tapi pada St Vincent akhirnya terlalu mencar-mencar.

Ditambah dengan kedatangan Bill Niles, seorang chef serba bisa yang diminta menyusun konsepan sendiri sebagai direktur di bidang makanan di St Vincent. Visi Lych, dia ingin ada Three Kingdom di restorannya. Ada yang mengurusi kemewahan anggur agar pelanggan kelas atas sudi datang, yakni dirinya sendir. Ada yang mengurusi masalah Bir untuk pengunjung dewasa kelas menengah bir spender, yakni Piotrkwoski. Dan akhirnya Bill Niles, seorang juru masak yang diyakini akan membuat waiting list keluarga kelas menengah dan rakyat bawah yang ingin mencicipi hidangan terjangkau tapi dengan wine yang bagus. Lalu ada juga divisi toko anggur online di mana orang bisa langsung membeli anggur secara online melalui https://poker678.net, atau pelanggan ingin membawa pulang anggur mereka sendiri.

Mix max konsep ini, sama seperti menggabungkan Restoran Hilton, Bar, McDonald, dan Seven Eleven sekaligus. Sangat visioner alias tidak pernah ada yang berani menyentuh konsepan itu, walau disusun dengan bakat dan passion yang hebat. St. Vincent didasarkan dari nama seorang suci pelindung anggur, merupakan restoran yang sangat berani karena menyasar semua orang dan ingin memuaskan mereka semua.

Di Reboot Lalu Dijual Kisah Terakhir St Vincent Tavern and Wine Merchant

Di Reboot Lalu Dijual Kisah Terakhir St Vincent Tavern and Wine Merchant – Dapur yang pernah dikuasai oleh Bill Niles ini, pernah menghasilkan brunch khusus pada hari Sabtu dengan spritze Aperol, micheladas, dan menu roti buatan sendiri dengan segala macam selai dan spread. Telur mentega ala harissa, puding roti lavender, dan “daging domba untuk sarapan” adalah beberapa pilihan menu dari si tua Bill. Dan di Wine Merchant, anda bisa bawa keluar sebotol rosé yang bagus, sambil berjemur menikmati anggur dari St Vincent itu, di Taman rumahan Anda sendiri.

Sudah waktunya warga San Fransisco untuk memperbarui daftar restoran mereka sendiri, lalu hapus nama Saint Vincent karena mereka sudah tidak ada lagi. Jika ada yang bertanya: “Bisakah Anda merekomendasikan restoran dengan anggur enak di SF?” Maka jawabannya, “Bisa tapi restorannya sudah tutup” kenangan warga SF terhadap suatu restoran adalah sepanjang kenangan mereka merasakan bagian terindah dari hidupnya sendiri. Di meja yang mereka pesan, pernah menjadi saksi betapa mereka punya kisah cinta romantis, pembicaraan bisnis yang menentukan, dan tidak ada yang membuang waktu, karena orang-orang menikmati sajian sommelier dan makanan yang enak.

Orang boleh saja pergi ke Resto Four Barrel Coffee atau Resto Humphry Slocombe (toh keduanya masih layak dikunjungi). Juga silahkan datang Izakaya Yuzuki, pesan mochi dan sake, berenti sejenak lalu memilah-milah daftar koki untuk makanan lebih serius, kamu bisa buka halaman yang menawarkan resto Piccino, resto favorit ala Italia. Tapi, halaman yang sajikan St Vincent, tempat impian pecinta anggur dengan sajian khas cita rasa San Fransisco sudah ditutup.

Pemilik St Vincent, David Lynch mengatakan dirinya “sudah terlalu lama di sini [SF].”

Ternyata pembangunan ulang St. Vincent oleh David Lynch baru-baru ini lebih dari sekadar mengubah citra – dan upaya terakhir untuk menyelamatkan kedai anggur yang baru berusia tiga setengah tahun. “Aku sudah terlalu lama bertahan di sini,” kata Lynch pada media Eater. “Aku tidak bisa memanajemen tempat ini secara finansial. Tidak pernah, serius.” Untuk itulah dia memasang patok dijual, walau selama belum terjual waktu itu St. Vincent akan beroperasi seperti biasa sampai kesepakatan tercapai.

Menurut Lynch ada beberapa ketertarikan pada propertinya, tapi bukan karena itu salah satu faktor yang menyebabkan kejatuhannya. “Saya telah melakukan banyak kajian kebangkrutan akhir-akhir ini. Saya rasa ini hanya pengalaman krisis identitas. Pelanggan tidak benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan pada tempat ini,” renungnya. “Apakah ini tempat jual anggur? Apakah ini restoran? Kupikir pesan nya sudah cukup jelas, tapi kurasa itulah penjelasan terbaik yang bisa didapat.”

St. Vincent dibuka pada bulan Mei 2013 dab segera menerima pujian, mendapatkan ulasan positif dari ahli resto Bauer, ditempatkan pada daftar 100 teratas, tetapi beberapa hari terakhir ini resto terlihat lebih kosong. Lynch, yang juga mantan sommelier Quince / Cotogna, sedang mempertimbangkan langkah selanjutnya.

“Saya ingin berpikir mungkin ada peluang untuk St Vincent di tempat lain. Saya sudah melakukan beberapa diskusi dengan orang-orang tepat tentang hal ini tetapi belum ada yang konkret,” katanya. “Saya benar-benar tidak tahu. Saya tidak yakin apakah ini bisa menjadi sesuatu yang lancar, atau saya kerjakan konsep yang lain.” Untuk saat ini hingga terjual, St. Vincent akan tetap buka setiap hari sebagai ritel/toko anggur, dan bar dengan sajian makanan ringan.

Tanggapan Pelanggan Terhadap St. Vincent Tavern dan Wine Merchant

Tanggapan Pelanggan Terhadap St. Vincent Tavern dan Wine Merchant – Terletak di jalan Valencia, San Francisco, St Vincent Tavern dan Wine Merchant merupakan, resto café, bar, rumah anggur, yang didasarkan pada visi anggur owner yang juga seorang pencicip dan kritikus anggur terkenal David Lynch, plus kekuatan cuisine dari Bill Niles. Hasilnya adalah seni restoran yang memang tidak ada yang berani mencampur adukannya kecuali St Vincent.

Terlepas dari segala kritik dari para marketer restoran, kita bisa lihat dari tanggapan para pelanggan yang pernah mampir di resto ini.

– Kritik dari Jonathan E.heart 31 Desember 2014
“Mereka membuat potongan ham paling menakjubkan yang pernah kulihat. Kamu jangan sampai salah dengan hidangan pertama. Saya juga minta sekalian rekomendasi anggur karena saya tidak pernah kecewa.

– Ruby Anaya – 30 April 2014
Dapatkan meja di dekat jendela jika Anda bisa. Pretzel nya sangat enak dan enak banget untuk berbagi dengan kawan. Hidangan steak rok dengan telur di atasnya lezat! Tidak terlalu banyak steak, tetapi sangat mengisi.

– Travel + Leisure 30 November, 2012
Pemiliknya, David Lynch, menamai tempat ini dengan nama santo pelindung anggur dan mengisi ruang bawah tanah dengan sampanye bikinan para petani, para kultus dari Lazio, dan beberapa anggur merah asal Catalan yang funky – semuanya dengan harga kurang dari $ 100 per botol.

– Alex F. 6 September, 2013
Sumsum tulang yang luar biasa dan banyak pilihan anggur yang jangan diremehkan tersedia dengan setengah botol. Tanyakan anggur apa yang sudah ada; mereka tahu anggur dengan baik dan dapat merekomendasikan sesuatu yang sangat baik.

– Cate M. Zhang. 7 April, 2013
Steak sirloin tua yang luar biasa untuk 2 orang, ditambah salad Kale dengan sarden di dalamnya sebagai starter, kue stroberi untuk hidangan penutup. Sajikan setengah botol anggur. Penyaji yang tampan. Aku perlu kembali lagi.

– Holger Lüdorf 1 September, 2012
Pilihan bir & anggur enak. Dapatkan kepiting betina dengan landak laut jika mereka ada stoknya. Makanan penutup es krim Milk & Honey akan mengetuk sampe ke kaus kaki Anda!
.
– GT Barry13 Desember, 2012
Sudah datang ke sini 5+ kali Satu sup / sup krim dan roti Tartine. Dan pilihan bir eklektik. Makan siang terbaik di Mish (pastikan untuk mendapatkan mailing list untuk daftar sup harian), bro.

– Chris Messina 25 Juli 2013
Pastikan mencoba makanan penutup Milk & Honey (honeycomb panggang!). Wow. Ini seperti jawaban St Vincent untuk es krim Beretta dan coba hidangan penutup minyak zaitun.

– Kenneth Berger 27 April, 2013
Sudah ke sini 10 kali. Selalu pesan setengah botol di sini. Tidak ada penalti biaya, dan itu memungkinkan Anda menjelajahi daftar luar biasa lebih lanjut! Makanan ringan juga tidak perlu repot dikritik, asin dan memuaskan.

– Rachel Levy17 Oktober, 2012
Laverbread – variasi bruschetta dengan potongan gandum dan tiram di atasnya, bikin boom

– Benjy Weinberger 15 Agustus, 2014
Terung disajikan seperti pâté dan bahkan rasanya sedikit seperti itu. Ini khas dan patut dicoba.

– Stefanos Kofopoulos14 Agustus, 2012
Layanan hebat. Mereka benar-benar mencari anggur yang paling Anda sukai.

– Hugo Bernardo18 April, 2013
Tanyakan botol apa yang sudah mereka buka dan pesan salah satunya. Anda tidak bisa salah!

Tanggapan pada resto ini selalu positif walau, konsepnya memang unik dan berbeda.

St Vicent Tavern & Wine Merchant, Resto Wine Mengambil Kisah Santo Vincent

St Vicent Tavern & Wine Merchant, Resto Wine Mengambil Kisah Santo Vincent – Restoran dan bar di sudut San Fransisco ini ingin membawa nama besar Santo Vicent, sosok di mana mereka ambil nama restorannya. Saint Vincent yang konon adalah pelindung dari minuman anggur. Dilahirkan pada akhir abad ke-3 di Huesca, Spanyol, Saint Vincent tumbuh di dekat kota Saragossa. Setelah menjadi martir, Santo Vinsensius dianggap sebagai santo pelindung pembuatan anggur di Prancis. Ada banyak legenda yang berbeda mengenai bagaimana Saint Vincent menjadi santo pelindung pembuatan anggur, dan ada beberapa hipotesis di sini.

Beberapa ahli menyatakan bahwa dia disiksa dengan alat-alat yang terlihat seperti alat pemeras anggur. Ahli yang lain menyebut, namanya dibuat dari kata-kata vin yang berarti anggur, dan cent artinya darah, dan yang lain lagi bahwa hari santo-nya tanggal 22 Januari sangat ideal bagi para pembuat anggur pada periode antara vinifikasi dan pemangkasan saat tanaman merambat tidak aktif.

Legenda lain melibatkan Santo Vincent dan keledainya. Saat berkeliaran di kebun anggur, keledai Santo Vincent mengunyah tanaman merambat di dekatnya saat Santo Vincent mengobrol dengan para pekerja. Selama panen tahun itu, para pekerja memperhatikan bahwa tanaman merambat yang “dipangkas” oleh keledai menghasilkan panen yang lebih baik daripada tanaman merambat “tanpa bunga”. Maka, Santo Vinsensius dan keledainya menemukan seni memangkas tanaman anggur.

Tapi ada teori lain yang menunjukkan bahwa setelah kematiannya, sebagai seorang pria di gereja dan seorang martir, Vincent dengan cepat menjadi objek semangat keagamaan berikut peninggalannya saat keliling Eropa. Untuk menghormati tunik Saint Vincent dan salib emas Toledo – relik dibawa kembali dari Zaragoza setelah ekspedisi pada tahun 542 – Raja Childebert I, di mana putranya Clovis, membangun basilika yang didedikasikan untuk Saint Vincent dan Salib Suci. Biara bernama Sainte-Croix-Saint-Vincent. Seperti banyak biara yang lain, ia memiliki tanaman rambat anggur sendiri dan para biarawan di sana memanggil Santo Vincent untuk melindungi tanaman anggur dan produksinya.

Sejak abad ke-7 dan seterusnya, nama Saint Germain dikaitkan dengan nama Saint Vincent, dan biara kemudian berubah nama jadi Saint-Germain-des-Pres. Saint Vincent, santo pelindung resmi pembuat anggur, dirayakan setiap tahun pada 22 Januari.

Begitupun di Restoran ini, anggur selalu dirayakan. Di St. Vincent Tavern pengunjung dapat bertemu dengan ahli anggur, sommelier pemenang penghargaan James Beard, yakni David Lynch sendiri. Dia telah punya pelanggan tetap, membangun basis fans dari para pecinta anggur di San Fransisco. Pengalamannya begitu panjang, sehingga dirinya menjadi pamungkas dari St Vicent Tavern setelah menjalankan tugas di Quince dan Cotogna juga di San Fransisco.

Kini dia ingin menjelajahi rasa, menyaksikan sendiri bagaimana keanggunan resto St. Vincent, dan bergabung pada tahun 2012, dirinya telah memenangkan simpati dari lingkungan pelanggan St. Vicent sejak saat itu. Di ruang yang menawan di Valencia yang sebelumnya ditempati oleh bar anggur populer Heart, St. Vincent — yang juga dinamai sebagai santo pelindung anggur — tidak hanya menampilkan daftar anggur yang luar biasa (secara alami) tetapi juga cuisine serta brew berbasis kerakyatan, misalkan sajian bir dan menu yang diisi dengan makanan lokal SF yang lezat. Hidangan diolah oleh koki Bill Nile. Anda bisa juga nikmati, telur acar dan hidangan yang fantastis seperti domba bakar, dan pangsit kacang Inggris yang tidak ada duanya di dunia.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!